Penanganan Pertama Luka Bakar Yang Cepat Dan Tepat

Luka bakar adalah kerusakan jaringan kulit yang terjadi ketika permukaan tubuh secara tidak sengaja bersentuhan dengan benda-benda yang menghasilkan panas. Ketika mengalami luka bakar, biasanya seseorang akan mengalami syok karena kaget dan kesakitan akibat bersentuhan dengan benda penghasil panas tersebut. Agar tidak bertambah parah, diperlukan penanganan pertama luka bakar untuk mencegah meluasnya kerusakan jaringan kulit dan menghentikan paparan panas.

Penanganan Pertama Luka Bakar

Menurut beratnya luka bakar, terdapat 3 jenis luka bakar yang bisa dialami oleh seseorang yaitu luka bakar ringan, sedang, dan berat. Jika luka bakar tidak ditangani secara tepat dan cepat, dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan terlebih jika itu merupakan luka bakar berat. Berikut ini akan dijelaskan bagaimana seharusnya penanganan pertama pada luka bakar untuk mencegah meluasnya kerusakan jaringan kulit.

1. Segera Hindari Sumber Api

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk menangani luka bakar akibat bersentuhan dengan benda penghasil panas yaitu sesegera mungkin menghindar dari sumber panas tersebut. Jika api merupakan sumber utamanya, segera hindari dan matikan api yang membakar bagian kulit tubuh dengan menyelimuti dan menutup bagian yang terbakar. Hal ini dimaksudkan untuk menghentikan pasokan oksigen pada api yang menyala.

2. Lepas Pakaian yang Menempel

Setelah sumber panas mati, lepas pakaian, perhiasan atau benda lain yang ada atau dekat dengan luka bakar. Benda-benda tersebut akan menimbulkan efek Torniket karena jaringan yang terkena luka bakar akan menjadi edema (adanya penimbunan di bawah kulit). Apabila pakaian atau benda lain yang dekat dengan luka bakar sudah terlanjur melekat, jangan melepasnya secara paksa karena bisa merusak jaringan kulit.

3. Dinginkan dengan Air Mengalir

Penanganan pertama luka bakar yang dapat dilakukan setelah sumber panas mati yaitu dengan mendinginkannya menggunakan air mengalir. Diamkan bagian yang terkena sumber panas di bawah air mengalir selama 20 sampai 30 menit agar sensasi panas yang ditimbulkan menghilang. Jika tidak ada air mengalir, gunakan kain basah untuk mengompres kulit yang terkena luka bakar agar kerusakan jaringan dapat diperkecil.

4. Tutup Luka

Untuk menghindari infeksi, tutup luka bakar dengan menggunakan perban atau kain kering bersih yang memiliki sifat tidak dapat melekat pada luka. Jika kain yang digunakan melekat pada luka, yang ada justru makin merusak jaringan kulit dan menambah infeksi akibat kerusakan jaringan yang semakin luas. Selain itu, jangan langsung menempelkan es pada luka bakar karena dikhawatirkan dapat terjadi hipotermi.

5. Mengonsumsi Parasetamol

Jika luka bakar menyebabkan penderitanya merasa nyeri, minumlah obat yang mengandung parasetamol untuk meringankan rasa sakit yang ditimbulkan di area sekitar luka. Paracetamol merupakan obat yang biasa digunakan untuk menghilangkan rasa sakit karena bekerja dengan mengurangi produksi zat penyebab peradangan dalam tubuh. Agar tidak terasa sakit dan panas, penderita bisa mengoleskan luka dengan gel lidah buaya untuk mendinginkannya.

6. Bawa ke Rumah Sakit

Pasien luka bakar harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit apabila mengalami luka bakar di daerah wajah leher, dan alat kelamin. Meskipun bukan luka bakar di daerah vital, penderita luka bakar harus segera mendapatkan penanganan lebih lanjut apabila terus merasa nyeri hingga demam. Jangan memecahkan kulit yang terdapat vesikel (benjolan berupa cairan atau nanah) untuk mencegah infeksi.

Demikianlah informasi mengenai beberapa langkah penanganan pertama luka bakar agar tidak terjadi kerusakan jaringan kulit lebih jauh. Ketika mengalami luka bakar, biasanya seseorang akan mengalami syok karena kaget dan kesakitan akibat bersentuhan dengan benda penghasil panas tersebut. Lakukan penanganan secara tepat dan cepat, karena jika diabaikan dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan terlebih jika itu merupakan luka bakar berat.

error: Content is protected !!