Ciri – Ciri Sel Darah Putih Sebagai Sistem Imun Tubuh

Di antara ciri – ciri sel darah putih kita aktif adalah ketika jatuh kemudian terluka, tidak langsung terjadi infeksi. Padahal ketika luka tersebut ada banyak sekali benda – benda kecil serta tidak jarang terdapat bakteri masuk ke dalam tubuh. Meskipun demikian, tidak terjadi infeksi. Tentunya dibantu dengan dibersihkan.

Ciri – ciri sel darah putih

Disadari bahwa di lingkungan tempat tinggal manusia, terdapat banyak sekali mikroorganisme berukuran mikroskopis. Salah satunya adalah bakteri yang bisa hidup dan tinggal di mana saja, mulai dari makanan, dibawa oleh binatang, hingga masuk melalui pori – pori ketika tubuh kotor. Manusia mempunyai sistem pertahanan pertama berupa leukosit.

Leukosit (sebutan lain dari sel darah putih) berbeda dibandingkan eritrosit (sel darah merah). Ia tidak bertugas mengangkut nutrisi serta oksigen pada seluruh sel dan jaringan tubuh sebagai bahan bakar metabolisme. Melainkan bertugas sebagai pelindung dari zat – zat berbahaya. Mulai dari benda mati, virus, hingga bakteri bisa dilumpuhkan.

Bagaimana Leukosit Diproduksi Oleh Tubuh

Sebenarnya sel darah merah dan putih terbentuk dari satu jenis sel induk yang sama, yaitu hemopiotik. Namun karena mengalami diferensiasi berbeda, maka hasilnya juga berbeda. Proses pembentukannya sendiri berlangsung sebagian besar di sumsum tulang belakang. Hasilnya berupa dua varian, yaitu leukosit granulosit dan agranulosit (tidak memiliki benjolan – benjolan kecil).

Selesai diproduksi, sebagian disimpan terlebih dahulu di sumsum tulang belakang. Sisanya akan diedarkan melalui sistem peredaran darah dan limfa. Berbeda dari eritrosit, salah satu keunikan ciri – ciri sel darah putih yaitu kemampuannya bergerak secara independen. Kemampuannya ini memungkinkan dirinya mengelilingi sel bermasalah atau zat berbahaya.

Langkah pertama ketika menemukan zat berbahaya, selnya akan memanggil dan memproduksi leukosit spesifik. Di sinilah terjadi kenaikan produksi lalu akan menyerang serta menetralisirnya. Tiap hari manusia bahkan bisa memproduksi hingga miliyaran. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tubuh senantiasa berjaga dari kemungkinan munculnya penyakit.

Karakteristik dan Jenis dari Leukosit

Ada banyak sekali varian dari leukosit, mulai dari neutrofil, eosinofil, basofil, monosit, dan limfosit. Semuanya memiliki karakteristik sendiri – sendiri disesuaikan dengan fungsi dan tujuannya. Contohnya neutrofil sebagai garda terdepan ketika menghadapi serangan benda asing. Ia dilengkapi sinyal untuk memanggil sistem kekebalan lainnya apabila tidak sanggup menetralisir bahayanya.

Namun dibalik semua itu, mereka memiliki ciri – ciri sel darah putih yang sama. Salah satunya adalah keleluasaannya dalam bergerak. Mereka tidak hanya mengikuti arus aliran dari detak jantung, tetapi juga bisa berhenti untuk memeriksa serta mengawasi sel yang telah terinfeksi. Dengan kemampuan itu, tubuh akan siaga.

Karakteristik berikutnya adalah kemampuannya dalam hal fagositosis atau memakan serta menghancurkan sel lainnya. Melalui kemampuannya ini, dapat menjaga kondisi selnya tidak cepat menulari lainnya. Serta dapat mencegah bakteri, virus, atau benda asing mengganggu metabolisme tubuh. Sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Karakteristik unik lainnya adalah dari bentuknya. Berbeda dari eritrosit dengan tengahnya pipih, sel darah putih memiliki bentuk bulat dengan granula (benjolan – benjolan kecil di seluruh permukaannya). Beberapa leukosit seperti limfosit dan monosit tidak bergranula. Perbedaan ini terjadi karena proses diferensiasinya berbeda serta fungsinya juga tidak sama.

Baca juga: ciri ciri pembuluh darah vena

Cara Imunitas Tubuh Bekerja

Apabila ingin mengabstraksikan bagaimana ciri – ciri sel darah putih bekerja adalah dengan mengilustrasikan sebagai seorang satpam atau security. Setiap saat, mereka akan berpatroli, mengelilingi kompleks sel dan jaringan melalui jalan – jalan (pembuluh darah). Setiap daerah dikelilingi, diamati, hingga memastikan tidak ada yang mencurigakan.

Ketika menemukan sesuatu mencurigakan, neutrofil akan menghadapinya terlebih dahulu. Namun apabila tidak sanggup, tetapi sudah dikenali identitasnya, maka mengirimkan bantuan pada limfosit sebagai unit penyerangnya. Sebagai unit penyerang, ia hanya mencari target spesifik saja, atau dikenal sebagai istilah antigen spesifik. Biasanya melawan virus yang telah berhasil dilumpuhkan sebelumnya.

Sisa – sisa perlawanannya pasti menimbulkan sampah di mana – mana. Di sinilah peran monosit mulai bekerja. Ia akan membersihkan sisa – sisa perlawanan sebelumnya, mengumpulkan sampah, sel – sel mati, serta komponen – komponen benda asing yang telah dilumpuhkan. Kemudian akan diangkut serta dikeluarkan ke luar tubuh.

Tubuh memiliki sistem kekebalan alami yang sangat hebat, bahkan meskipun tidak pernah menghadapi penyakit tertentu sebelumnya, tubuh mampu beradaptasi dengan cepat. Salah satunya adalah adanya peran dari berbagai jenis sel darah putih. Ciri – ciri sel darah putih sedikit berbeda dari saudaranya sel darah merah.


Selain melakukan pola hidup sehat Anda bisa membantu melancarkan peredaran darah dengan jam kesehatan dr laser.

error: Content is protected !!