Olahraga Untuk Menghilangkan Benjolan Di Payudara Yang Dapat Dilakukan Dimana Saja

Munculnya benjolan akibat jaringan yang tumbuh di payudara dengan berisi cairan ataupun teraba padat tentu saja bisa membuat wanita khawatir. Benjolan tersebut bisa saja muncul karena infeksi, trauma, atau tumor jinak yang tidak berbahaya sehingga benjolan di payudara tidak selalu menandakan kanker payudara. Untuk mengatasinya, ada beberapa olahraga untuk menghilangkan benjolan di payudara yang dapat dengan mudah dilakukan.

Olahraga Untuk Menghilangkan Benjolan Di Payudara

Olahraga merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang dianjurkan untuk dilakukan secara rutin karena dapat meningkatkan ketahanan tubuh. Jika dilakukan dengan benar, olahraga terbukti ampuh untuk meningkatkan fungsi tubuh, mengontrol berat badan, dan meminimalisir penyakit kronis seperti penyakit jantung dan stroke. Berikut ini beberapa olahraga yang mudah dilakukan untuk menghilangkan benjolan di payudara dengan mudah.

1. Jogging

Olahraga ringan dan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari untuk menghilangkan benjolan di payudara yaitu jogging. Jogging merupakan olahraga yang dilakukan dengan berlari santai dengan kecepatan sedang atau lambat sehingga bermanfaat untuk membakar kalori dan melancarkan peredaran darah. Lakukan jogging secara rutin setiap minggunya dengan durasi 1 sampai 2,5 jam agar efek yang dirasakan lebih maksimal.

2. Bersepeda

Tidak hanya untuk membangun otot dan mempertahankan keseimbangan tubuh, bersepeda juga dapat melancarkan peredaran darah dan mengurangi pembengkakan pada payudara. Dikatakan pula bahwa rutin bersepeda dapat meminimalisir risiko penyakit kanker dan mencegah penyakit jantung serta darah tinggi. Agar bermanfaat bagi kesehatan, lakukan olahraga ini secara rutin pada pagi atau sore hari dengan durasi 1 sampai 2 jam setiap minggunya.

3. Berenang

Berenang merupakan olahraga untuk menghilangkan benjolan di payudara yang murah, mudah, dan menyenangkan untuk dilakukan terlebih ketika bersama teman. Tidak hanya untuk menghilangkan stress, olahraga ini juga bisa meningkatkan kekuatan otot dan menyehatkan jantung serta paru-paru. Namun, olahraga ini harus dihindari dan tidak boleh dilakukan oleh penderita kanker payudara yang baru saja menjalani operasi karena dapat menyebabkan infeksi.

4. Latihan Kekuatan

Tidak hanya untuk meningkatkan kekuatan dan massa otot, latihan kekuatan seperti push up dan pull up ternyata dapat menghilangkan benjolan di payudara. Selain push up dan pull up, latihan kekuatan untuk menghilangkan benjolan di payudara yaitu olahraga angkat beban yang beratnya telah disesuaikan. Untuk meminimalisir adanya cedera, latihan kekuatan harus dilakukan secara bertahap dengan durasi yang sewajarnya.

5. Yoga

Yoga merupakan aktivitas olah tubuh dan pikiran yang dapat meningkatkan kualitas mental dan fisik orang yang rutin melakukannya. Olah tubuh ini mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan yang sering dikeluhkan seperti darah tinggi, penyakit jantung, hingga benjolan di payudara. Ketika benjolan yang tumbuh disertai rasa nyeri, gerakan yang ada dalam yoga dapat mentolerir rasa sakit yang ditimbulkan.

6. Pilates

Pilates merupakan Yoga versi modern yang fokus pada kelenturan dan fleksibilitas seluruh bagian tubuh sehingga dapat menjaga postur tubuh. Dengan melibatkan teknik pernapasan yang teratur serta keseimbangan tubuh, pilates wajib untuk dicoba terlebih gerakannya bisa membantu mendetoks tubuh. Jika ingin merasakan manfaatnya secara nyata dan maksimal, lakukan pilates secara rutin setiap minggunya hingga benjolan yang tumbuh di payudara hilang.

7. Tai Chi

Sama seperti Yoga dan Pilates, Tai Chi merupakan aktivitas olah tubuh dengan gerakan yang lembut dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Tidak hanya dapat dilakukan oleh lansia, Tai Chi juga dapat dilakukan oleh penderita kanker payudara karena gerakannya tidak memerlukan banyak gerakan fisik. Manfaat yang dapat dirasakan dengan rutin melakukan Tai Chi yaitu menghilangkan stress dan memperkuat otot tubuh.

Itulah  beberapa olahraga untuk menghilangkan benjolan di payudara yang dapat dengan mudah dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Olahraga merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang dianjurkan untuk dilakukan secara rutin karena dapat meningkatkan ketahanan tubuh. Agar hasilnya maksimal, sesuaikan jenis dan durasi olahraga yang dilakukan sehingga bisa mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi stress yang muncul.

Perbedaan Jalan dan Lari Dilihat dari Berbagai Sisi

Perbedaan Dari Jalan dan Lari Dilihat dari Berbagai Sisi

Jalan dan lari adalah gerakan yang biasa kita lakukan saat ingin berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Lalu, apa perbedaan jalan dan lari? Pertanyaan ini mungkin terdengar konyol.

Tapi, bila kita telaah lebih dalam, jalan dan lari memiliki banyak perbedaan, serta manfaat yang berbeda pula. Jadi, mari kita lihat perbedaan dua gerakan berpindah tempat ini.

Perbedaan Jalan dan Lari

Dari Pengertian

Dari pengertian jalan dan lari, kita dapat menemukan perbedaan besar. Pengertian dari jalan adalah gerakan perpindahan tubuh dari satu titik ke titk yang lain dengan cara mengangkat kaki secara bergantian.

Sedangkan lari, pengertiannya sama dengan jalan. Namun, yang membedakan adalah kecepatan dan jarak perpindahan kaki yang lebih besar dari saat kita berjalan.

Berbicara mengenai kecepatan, kecepatan berjalan kaki pada umumnya mencapai 5 km/jam. Mungkin bisa lebih rendah dari itu, kalau kita berjalan santai. Sedangkan untuk lari, kecepatannya dapat mencapai 20 km/jam. Bahkan atlit sepakbola dapat berlari dengan kecepatan hingga 33 km/jam.

Rekor kecepatan lari tercepat dipegang oleh Usain Bolt yang kecepatan berlarinya mencapai 44 km/jam, saat dia memecahkan rekor dunia lari 100 meter.

Posisi Kaki

Posisi kaki saat berlari dan berjalan juga sangat berbeda jauh. Untuk bagian lutut, saat kita berjalan, posisi lutut tidak berubah terlalu banyak. Posisinya hampir sama dengan saat kita berdiri, hanya saja sedikit menekuk untuk menciptakan gerakan maju atau mundur yang mendorong tubuh kita untuk bergerak.

Sedangkan saat kita berlari, lutut kita akan menekuk lebih dalam, setidaknya lutut kita akan membentuk sudut 90 derajat. Saat kita berlari lebih kencang, lutut kita bahkan dapat menekuk lebih dalam lagi untuk memberikan dorongan lebih kuat.

Posisi telapak kaki juga berbeda. Pada saat kita berjalan, setidaknya satu telapak kaki akan tetap menjejak ke tanah. Telapak kaki pada posisi ini yang menjadi pendorong pergerakan tubuh kita. Namun, ada yang jauh berbeda saat kita berlari.

Karena kecepatan ayunan dan dorongan kaki yang lebih besar, ada momentum dimana kedua telapak kaki kita tidak menjejak di tanah. Melainkan, posisi kedua telapak kaki melayang diudara karena ada gerakan melompat.

Baca juga : berbagai gerakan yoga

Manfaat Berlari dan Berjalan Kaki

Saat kita berdiri, kita menggunakan 300 otot yang berbeda di tubuh kita. Karena itu, kita bisa merasa capek saat berdiri, karena otot kita menggunakan energi secara berkelanjutan, meskipun kita terlihat atau merasa tidak melakukan apa-apa. Dan, saat kita berjalan atau berlari, kita akan menggunakan lebih banyak otot lagi.

Dengan lebih banyak otot yang kita gunakan, maka otot-otot kita juga akan terlatih lebih baik saat kita berjalan atau berlari. Otot-otot yang terlatih dengan baik ini akan memberikan tubuh kita kekuatan lebih, keseimbangan, dan bahkan kemampuan regenerasi sel yang lebih baik. Alhasil, orang dengan otot terlatih akan memiliki daya tahan tubuh lebih baik, dan tidak mudah cedera.

Selain itu, lari dan jalan juga mampu meningkatkan metabolisme tubuh kita. Tubuh kita akan dipacu untuk bekerja lebih keras dan mengaktifkan sel-sel dalam tubuh kita. Alhasil, metabolisme tubuh juga meningkat yang membawa lebih banyak manfaat. Tubuh akan membakar lebih banyak lemak. Tubuh juga akan menghasilkan lebih banyak energi, sehingga kita merasa lebih berenergi.

Manfaat yang paling penting adalah jalan dan lari dapat mencegah penyakit jantung. Dengan berlari kecil atau berjalan kaki selama 30 menit setiap hari, kita dapat menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah dan gula darah.

Artinya, resiko terjadinya serangan jantung juga akan menurun drastis. Ditambah lagi, metabolisme yang meningkat juga akan membuat perbaikan pembuluh darah yang tersumbat akibat kolesterol yang menumpuk, juga dapat berjalan lancar.

Saat kita berlari atau berjalan kaki, kita juga melatih jantung kita untuk memompa darah. Hal ini juga akan memperkuat otot jantung dan meningkatkan kondisinya.

Baca juga: terapi dr laser untuk jantung

Lalu, apakah ada perbedaan lari dan jalan kaki dari sisi manfaat yang diberikan? Tentu saja ada. Jalan kaki, menggunakan otot kaki lebih menyeluruh. Jadi, bila kita ingin membuat kaki kita terlihat kencang dan seksi, jalan kaki bisa menjadi olahraga tepat untuk itu.

Berlari, termasuk high impact exercise. Aktivitas fisik ini memberikan tekanan lebih pada kaki. Hal ini akan melatih tidak hanya otot, tetapi juga tulang dan persendian kaki kita. Jadi manfaat yang ditawarkan oleh lari lebih banyak pada sisi memperkuat jaringan kaki. Bila kita mulai berlari secara rutin saat kita masih mudah, atau saat tulang kita masih dalam pertumbuhan, tulang kita akan menjadi lebih kuat. Kepadatan tulang akan meningkat tajam, dan hal ini akan membuat tulang kita tidak mudah patah atau retak.

Cidera

Salah satu perbedaan jalan dan lari yang paling mencolok adalah resiko cedera. Berjalan memiliki resiko cedera lebih rendah. Sedangkan berlari, karena tumpuan dan tekanan pada kaki kita lebih besar dari saat kita berjalan, maka resiko cederanya lebih tinggi.

Dan, itulah perbedaan dua gerakan atau latihan ini yang perlu kita ketahui. Semoga dengan informasi ini, kita dapat memanfaatkan dua aktivitas ini untuk kebaikan tubuh kita, terutama untuk kesehatan.

Jenis Yoga untuk Menurunkan Berat Badan dan Meningkatkan Kesehatan Jantung

Yoga termasuk salah satu olahraga yang tidak melelahkan, melainkan membuat Anda tenang. Pasalnya gerakan utama dari yoga adalah duduk bersila. Meskipun demikian, gerakan yoga dapat memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh. Oleh karena itu ada beberapa jenis yoga untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan jantung. Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda.

Jenis Yoga untuk Menurunkan Berat Badan

Berdasarkan sejarahnya, yoga pertama kali dilakukan di India sejak 5.000 tahun yang lalu. Bahkan kata yoga sendiri diambil dari bahasa sansekerta yuj yang dibaca kuk dengan makna bergabung atau bersatu. Dari gerakannya, yoga memang sangat menenangkan di mana Anda mulanya duduk bersila lalu dilanjutkan dengan gerakan sederhana yang tak kalah menenangkan.

Namun untuk gerakan yoga sendiri terdapat beberapa jenis. Selanjutnya akan dijabarkan mengenai jenis gerakan yoga untuk menurunkan berat badan alias diet.

gerakan yoga

Bikram Yoga

Jenis gerakan yoga satu ini cukup populer karena dapat membakar kalori serta mampu menurunkan berat badan secara teratur dan signifikan. Gerakan yoga ini berbeda dengan gerakan yoga pada umumnya karena dilakukan dalam waktu 90 menit di dalam ruangan yang suhunya 30 hingga 42 derajat celcius. Uap panas inilah yang dapat menurunkan berat badan Anda karena perubahan suhu tubuh. Perubahan suhu tersebut juga dapat memperbaiki sirkulasi darah dan mendetoksifikasi racun di dalam tubuh.

Bikram yoga menerapkan gerakan yang terdiri dari 26 postur dan 2 latihan untuk pernapasan. Yoga ini juga dirancang untuk memperbaiki postur tubuh, menghilangkan nyeri pada tulang belakang dan memperbaiki anggota tubuh yang alami cedera. Satu sesi melakukan pergerakan bikram yoga dapat membakar sebanyak 300 hingga 600 kalori. Saat melakukan yoga sebaiknya kenakan pakaian tipis dan menyerap keringat. Jangan lupa untuk rutin mengkonsumsi air putih ketika melaksanakan yoga agar terhindar dari dehidrasi.

Vinyasa Yoga

Gerakan yoga ini juga cocok dilakukan oleh ibu yang memiliki masalah kelebihan berat badan. Proses menurunkan berat badan terletak pada bagian pose yang disebut juga ‘salam matahari’. Anda dipaksa untuk lebih bergerak aktif sehingga lemak yang ada di dalam tubuh dapat dibakar secara efektif. Gerakan ini sudah dipercaya sebagai gerakan yoga yang mampu menurunkan berat badan, bahkan pada sebuah penelitian dikemukakan bahwa jenis gerakan Vinyasa Yoga ini mampu membakar 7 kalori di setiap menitnya. Dengan demikian, Anda tidak perlu lagi mengkonsumsi pil diet untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal

Ashtanga Yoga

Jenis gerakan yoga selanjutnya adalah Ashtanga Yoga di mana juga dikenal sebagai gerakan ampuh untuk menurunkan berat badan. Gerakan yoga ini cenderung bersemangat layaknya aerobic namun tetap santai. Latihannya dinilai cukup berat karena adanya kombinasi antara gerakan yoga pada umumnya dengan beberapa gerakan yang sedikit atletis. Jika Anda termasuk orang yang kurang banyak gerak, maka bisa melakukan gerakan yoga ini untuk meningkatkan aktifitas fisik sehingga kalori di dalam tubuh berangsur terbakar. Selamat, bentuk tubuh ideal yang Anda impikan selama ini sudah bisa tercapai.

Yoga termasuk dalam olahraga meditasi yang direkomendasikan sebagai pilihan untuk gaya hidup sehat seperti mencegah seseorang terkena penyakit jantung. Berikut beberapa gerakan yoga disarankan untuk kesehatan jantung.

Padangusthasana

Gerakan yoga Padangusthasana atau disebut juga big toe pose sering direkomendasikan untuk Anda yang ingin menyehatkan jantung. Anda mulanya harus berdiri tegak dengan melebarkan kaki selebar pinggul, kemudian letakkan tangan di bagian pinggul. Lalu tarik napas dan hembuskan ke depan guna meraih kaki besar. Setelah itu biarkan leher dan juga kepala untuk rileks, tekuk sedikit bagian lutut Anda. Tahan posisi tersebut selama 5 hingga 10 kali tarikan napas teratur.

Manfaat yang bisa Anda peroleh dari pose yoga ini adalah memperkuat bagian paha. Selain itu juga untuk menenangkan otak, mengurangi kecemasan dan juga depresi ringan. Metode terapi ini merupakan cara yang baik untuk mengatasi tekanan darah tinggi yang berguna untuk menstabilkan gerakan jantung.

Janu Sirsasana

Untuk menyehatkan jantung, Anda juga bisa melakukan gerakan Janu Sirsasana. Mulanya Anda harus duduk dan kaki dibiarkan lurus ke depan. Kemudian tekuk sedikit lutut ke arah luar hingga 90 derajat. Jangan lupa untuk menekan telapak kaki kanan ke bagian paha kiri dalam. Lalu bungkukkan badan sehingga kedua tangan Anda bisa menyentuh telapak kaki kiri. Buang napas dan tarik jari-jari kaki sebelah kiri. Tahan pose ini selama 5 hingga 10 tarik napas dan lakukan pada bagian lainnya. Manfaat pergerakan ini pastinya untuk jantung karena mampu mengurangi kecemasan, mengatasi rasa lelah dan mengurangi serangan insomnia.

Supta Padangusthasana

Awal gerakan Anda harus tidur telentang. Kemudian tekuk lutut sebelah kanan dan angkat ke atas, lalu raihlah jempol kaki menggunakan tangan kanan. Sedangkan tangan kiri letakkan di atas guna menstabilkan kaki sebelah kiri. Jangan paksa meluruskan kaki kanan karena Anda hanya perlu meluruskannya semampu Anda. Selanjutnya angkat kepala ke arah kaki kanan, tahan selama 5 kali pernapasan. Lalu tarik ke arah lantai dan hembuskan ketika menurunkan kaki kanan.

Demikian beberapa gerakan yoga untuk menurunkan berat badan.

 

 

error: Content is protected !!